Thursday, March 4, 2010

Untuk Buah Hatiku, Sahabatku dan Guruku

Suatu hari saat Ibu sedang menyusui adikmu, tiba-tiba kau bertanya, “Bu, dulu abang waktu bayi nenen sama Ibu juga ya?” Seketika Ibu terdiam dan tidak bisa berkata-kata, sebutir airmata menetes, sambil tersenyum dan mengusap kepalamu Ibu menjawab “Iya nak, tp cuma sebentar, maafin Ibu ya”, kau pun menjawab “Iya bu, ngga pa pa kok”. Didalam hati rasa bersalah yang sudah bertahun Ibu coba lupakan kembali terasa, maafkan Ibu karena hanya menyusuimu di hari-hari awal kehadiranmu, setelah itu Ibu menyerah karena ternyata menyusui itu tidak semudah yang Ibu bayangkan, dan Ibu menyerah karena ketidaktauan Ibu tentang pentingnya ASI bagi seorang bayi. Karena itu anakku, Ibu sudah bertekad tidak akan mengulang kesalahan yang sama pada adikmu. Kalo Ibu ditanya apa kesalahan terbesar Ibu padamu nak, Ibu akan menjawab, tidak memberikan ASI Exclusive untukmu dan tidak menyusuimu hingga 2 tahun, sebagaimana yang diserukan dalam kitab Al-Qur’an.

Arkazio Zafranesha Harahap, Selamat Ulang Tahun nak, 3 tahun sudah berlalu, begitu besar arti kehadiranmu bagi orang-orang disekitarmu, bagi Ibu engkau adalah buah hati Ibu, karena memang engkau terlahir dari rahim Ibu, kau juga Sahabat Ibu, karena tanpa sadar Ibu sering bercerita dan berkeluh kesah denganmu, ntah kau mengerti atau tidak, dan setiap Ibu pulang kerja engkau selalu bercerita tentang apa saja kegiatanmu seharian selama Ibu tinggal, selain itu kau juga seorang Guru bagi Ibu karena kehadiranmu lah Ibu belajar menjadi seorang Ibu, belajar arti kesabaran, arti menyayangi dengan setulus hati, arti memberi tanpa kenal pamrih, walaupun kadang Ibu akui msh sering marah dan emosi menghadapi segala tingkah lakumu. Semoga kelak kau tumbuh menjadi anak yang taqwa pada Allah SWT, anak yang dapat membawa arti bagi orang disekelilingmu, doa dan cinta Ibu slelalu menyertai langkahmu.

*Ditulis ditengah2 pekerjaan yang amat sangat padat, dengan airmata yg diam2 bergulir turun, semata-mata hanya ingin suatu saat Zio bisa membaca tulisan ini dan memaafkan kesalahan Ibu-nya yang telah merampas haknya untuk mendapatkan ASI*