Beberapa hari ini para emak rempong di BBG saya sedang seru membicarakan tentang bagaimana memilih sekolah untuk anak,
saya pun jadi inget waktu mau masukkin Zio ke TK, saya dan suami sempet dibikin
pusing juga, kami bertiga, saya, suami dan Zio pun melakukan survey ke beberapa
TK yang menjadi pilihan kami, kebetulan dari awal saya dan suami sepakat
mencari TK berbasiskan agama, dalam hal ini Islam.
Ini beberapa poin yang menjadi
pertimbangan kami dalam memilih sekolah untuk anak :
- Jarak
Pertimbangkan jarak
dari rumah ke sekolah, jangan sampai anak terlalu lelah diperjalanan akibat
jarak dari rumah ke sekolah yang terlalu jauh, selain itu pertimbangan kami
mencari sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah adalah apabila ada kondisi
darurat, misal anak sakit, maka kami akan lebih cepat untuk sampai ke sekolah.
- Budget
Berapa
budget/kesanggupan kita buat biaya pendidikan anak? Mungkin ada yang
berpendapat “buat sekolah anak kok pake itung2an” tapi buat kami ini penting,
jangan sampai kami menyekolahkan anak diluar kemampuan kami. Daripada nanti ditengah jalan ngos-ngosan bayar uang sekolah lebih
baik dari awal memilih yang realistis :D
- Value dalam mendidik anak
Sesuaikan sekolah
dengan value kita dalam mendidik anak.
Jangan lupa bahwa pendidikan anak dipengaruhi oleh 3 faktor utama, orang
tua/keluarga, sekolah dan masyarakat. Orang tua tetap yang pertama karena rumah lah
tempat awal anak belajar dan berada dilingkungan yang ber-value sama dengan
yang ditanamkan dirumah akan membuat kita lebih mudah untuk menanamkan value
tersebut kepada anak. Kami memilih
sekolah berbasis agama karena bagi kami lebih penting anak-anak kelak rajin
menjalankan sholat ketimbang menang dalam olympiade fisika, lebih baik anak-anak
kelak fasih membaca kitab suci Al – Quran ketimbang membaca novel tebal
berbahasa Inggris. Sekali lagi ini
tergantung pada value yang akan ditanamkan kepada anak, kalo ada orang tua yang
lebih suka memasukkan anaknya ke sekolah bilingual misalnya, atau malah
sekarang di Jambi yang lagi ngetrend sekolah trilingual, selain bahasa
Indonesia dan Inggris plus ada bahasa Mandarin nya, ya sah-sah saja, ngga akan
dimarahin Hansip kok :D
- Survey
Lakukan survey ke
beberapa sekolah, bertanya sepuasnya kepada pihak sekolah, setidaknya ini untuk
mengetahuai apakah sekolah tersebut sesuai dengan ekspektasi kita sebagai orang
tua, ya mungkin tidak 100%, tapi setidaknya mendekati dan yang paling penting
cocok untuk anak kita. Sewaktu memilih sekolah
Zio, kami melakukan survey ke 3 TK Islam yang paling banyak direkomendasi kan
oleh teman dan kerabat, setelah berdiskusi selama beberapa hari, akhirnya kami
menjatuhkan pilihan ke TK kedua yang kami datangi, alasannya?
- Saat wawancara dengan pihak sekolah, saya coba
memancing dengan pertanyaan apakah ada seleksi masuknya, jawaban pihak sekolah
melegakan kami, bahwa untuk masuk kesitu tidak ada seleksi masuk. Dari cerita yang kami dengar ada beberapa TK
menerapkan seleksi masuk, harus sudah tau angka 1-10, kenal huruf dll, duuhhh
padahal kan calistung itu masih porsi nya SD :(
- Tidak ada PR (Pekerjaan Rumah) selama di TK, ini
sesuai dengan edaran Diknas bahwa untuk TK belum boleh ada PR.
-
Ada catering dari sekolah, ini penting jadi
anak-anak ngga jajan sembarangan.
- Sewaktu melihat ke kelas nya, saya langsung
jatuh hati, karena model kelas nya tidak ada meja dan kursi, melainkan 1 karpet
besar, rak-rak penuh berisi aneka macam mainan dan 1 papan tulis yang
disandarkan di dinding, masing-masing anak punya meja lipat yang hanya dipakai
kalo dibutuhkan, ini sesuai dengan tipe
nya Zio yang kinestetik. Anak dengan
tipe kinestetik tidak bisa hanya duduk tenang dan menunggu informasi
disampaikan, mereka tertarik mencari sendiri hal-hal yang ingin mereka tahu, oleh
karena itu, tipe ini cenderung tidak bisa diam, sangat suka berjalan-jalan
karena mereka melihat lingkungan sekitar dengan cara berbeda. Orang tua/guru yang tidak mengerti sering
kali melabeli mereka dengan anak nakal, anak yang tidak patuh dan lain sebagainya. Ini terjadi sewaktu Zio di playgroup dulu,
guru nya sempat mengadu kepada saya bahwa selama jam pelajaran Zio ngga bisa
duduk tenang dikursi nya, dia berjalan kesana kemari, menurut saya tidak ada
yang salah dengan hal ini, saya pun sempat beradu argument dengan guru nya,
dunia playgroup harusnya lebih banyak bermain bukannya anak harus duduk diam
mendengarkan guru mengajar, satu lagi yang bikin saya ngga sreg sama playgroup
Zio dulu karena adanya ujian/test tiap pertengan dan akhir semester, anak harus
menghafal beberapa kosa kata dalam bahsa Inggris dan kemudian ditest didepan
kelas*tepok jidat. Menurut saya penting
untuk mengenali tipe belajar anak kita, apakah dia termasuk tipe visual,
auditory atau kinestetik, walaupun disekolah umumnya metode pengajaran
disamaratakan untuk setiap murid, namun sebagai orang tua kita dapat
memaksimalkan dan membantu anak menerima
pelajaran lebih baik saat belajar dirumah.
- Komunikasi antara sekolah/guru dan orang tua,
ini mungkin belum terlalu bisa kita ketahui diawal kita memilih sekolah, namun
ternyata poin ini juga menjadi penting terutama buat ibu bekerja seperti saya,
saya cukup lega bahwa ternyata guru kelas Zio cukup komunikatif, kami sering
berhubungan lewat telp, walaupun seringnya sekedar ber sms, saya jadi lebih
mudah memantau Zio disekolah.
- Alasan terakhir ini mungkin ngga begitu penting
ya, tapi cukup membuat saya berfikir “ohh okaaayy, good to know” hahahahah,
Kepala Sekolah TK Zio adalah Ketua dari semacam persatuan atau perkumpulan para
Kepala Sekolah TK seluruh Jambi jadi ya berarti kapabilitasnya diakui lah yaah
hihihihih.
pic source :
http://childlearningprocess.blogspot.com/
http://contemplationsofmynotions.blogspot.com/2012/10/nostalgic-school-days.html




