Sepertinya Kode Etik Pemasaran Susu Formula, seperti yang telah
diatur oleh WHO (The International Code of Marketing of Breastmilk
Subtitles” yang dikeluarkan WHO pada tahun 1981, selanjutnya disebut
KODE WHO) belum sepenuhnya dijalankan oleh para produsen susu formula di
Indonesia, terbukti suatu malam di sebuah grocery store yg cukup besar di kota Jambi, saya mengalami kejadian ini :
Melihat saya mendorong troli dengan ditemani 2 jagoan kecil saya, seorang sales promotion girl (SPG) salah satu produk susu formula (sufor), langsung mendatangi saya dan terjadilah percakapan berikut :
SPG : “Bu, mau coba susu X ini untuk dedeknya?”
Me : “Ngga mba, makasih” (sambil senyum manis).
SPG : “Susu ini bagus loh bu, mengandung bla bla blaa, bagus buat dedeknya karena bla bla bla…..”
Me : “Ngga mba”. (sambil sibuk pilih2 barang dirak)
SPG : “Kalo boleh tau skrg dedeknya minum susu apa?”
Me : “Anak-anak saya udah ngga minum susu formula mba, udah gede-gede”
SPG : “Hahh?? Kasian dong bu anak-anaknya, nanti pertumbuhannya terhambat”
Me
: (mulai kesel) “Mba, anak saya yang gede udah 5 tahun, yang kecil 2
tahun 8 bulan, selepas ASI ngga minum susu karena saya selalu kasih
makanan dengan gizi yg baik dan seimbang, jd ngga ada alasan pertumbuhan
terhambat karena ngga minum susu, yang kasian anak-anak sapi tuh mba,
pertumbuhannya terhambat karena susu ibunya diambilin sama manusia”
(ngeloyor pergi)
SPG : *bengong
Well, itu hanya sebagian kecil dari gencarnya promosi sufor, belum lagi yang suka nelp2 ke rumah...capeee dehh...
FYI, KODE WHO antara lain meliputi :
1. Dilarang mengiklankan susu formula dan produk lain pada masyarakat
2. Dilarang memberi sampel gratis susu formula pada ibu
3. Dilarang promosi susu formula di sarana layanan kesehatan
4. Dilarang memberi hadiah atau sampel pada petugas kesehatan
5. Dilarang memuat gambar bayi atau gambar lainnya yang mengidealkan susu formula pada label produk
6. Informasi pada petugas kesehatan harus faktual dan ilmiah
7.
Informasi susu formula termasuk pada label harus menjelaskan
keuntungan menyusui dan biaya serta bahaya pemberian susu buatan.
8. Produk yang tidak cocok seperti susu kental manis, dilarang dipromosikan untuk bayi.
9. Penjelasan tentang penggunaan susu formula hanya dibolehkan untuk beberapa ibu yang betul-betul memerlukannya.
Hampir semua ya kayaknya dilanggar *sigh
