Tuesday, October 30, 2012

Memilih Sekolah Anak




Beberapa hari ini para emak rempong di BBG saya sedang seru membicarakan tentang bagaimana memilih sekolah untuk anak, saya pun jadi inget waktu mau masukkin Zio ke TK, saya dan suami sempet dibikin pusing juga, kami bertiga, saya, suami dan Zio pun melakukan survey ke beberapa TK yang menjadi pilihan kami, kebetulan dari awal saya dan suami sepakat mencari TK berbasiskan agama, dalam hal ini Islam.

Ini beberapa poin yang menjadi pertimbangan kami dalam memilih sekolah untuk anak :

  1. Jarak
Pertimbangkan jarak dari rumah ke sekolah, jangan sampai anak terlalu lelah diperjalanan akibat jarak dari rumah ke sekolah yang terlalu jauh, selain itu pertimbangan kami mencari sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah adalah apabila ada kondisi darurat, misal anak sakit, maka kami akan lebih cepat untuk sampai ke sekolah.

  1. Budget
Berapa budget/kesanggupan kita buat biaya pendidikan anak? Mungkin ada yang berpendapat “buat sekolah anak kok pake itung2an” tapi buat kami ini penting, jangan sampai kami menyekolahkan anak diluar kemampuan kami.  Daripada nanti ditengah jalan ngos-ngosan bayar uang sekolah lebih baik dari awal memilih yang realistis :D

  1. Value dalam mendidik anak
Sesuaikan sekolah dengan value kita dalam mendidik anak.  Jangan lupa bahwa pendidikan anak dipengaruhi oleh 3 faktor utama, orang tua/keluarga, sekolah dan masyarakat.  Orang tua tetap yang pertama karena rumah lah tempat awal anak belajar dan berada dilingkungan yang ber-value sama dengan yang ditanamkan dirumah akan membuat kita lebih mudah untuk menanamkan value tersebut kepada anak.  Kami memilih sekolah berbasis agama karena bagi kami lebih penting anak-anak kelak rajin menjalankan sholat ketimbang menang dalam olympiade fisika, lebih baik anak-anak kelak fasih membaca kitab suci Al – Quran ketimbang membaca novel tebal berbahasa Inggris.  Sekali lagi ini tergantung pada value yang akan ditanamkan kepada anak, kalo ada orang tua yang lebih suka memasukkan anaknya ke sekolah bilingual misalnya, atau malah sekarang di Jambi yang lagi ngetrend sekolah trilingual, selain bahasa Indonesia dan Inggris plus ada bahasa Mandarin nya, ya sah-sah saja, ngga akan dimarahin Hansip kok :D

  1. Survey
Lakukan survey ke beberapa sekolah, bertanya sepuasnya kepada pihak sekolah, setidaknya ini untuk mengetahuai apakah sekolah tersebut sesuai dengan ekspektasi kita sebagai orang tua, ya mungkin tidak 100%, tapi setidaknya mendekati dan yang paling penting cocok untuk anak kita.  Sewaktu memilih sekolah Zio, kami melakukan survey ke 3 TK Islam yang paling banyak direkomendasi kan oleh teman dan kerabat, setelah berdiskusi selama beberapa hari, akhirnya kami menjatuhkan pilihan ke TK kedua yang kami datangi, alasannya?
-      Saat wawancara dengan pihak sekolah, saya coba memancing dengan pertanyaan apakah ada seleksi masuknya, jawaban pihak sekolah melegakan kami, bahwa untuk masuk kesitu tidak ada seleksi masuk.  Dari cerita yang kami dengar ada beberapa TK menerapkan seleksi masuk, harus sudah tau angka 1-10, kenal huruf dll, duuhhh padahal kan calistung itu masih porsi nya SD :(
-       Tidak ada PR (Pekerjaan Rumah) selama di TK, ini sesuai dengan edaran Diknas bahwa untuk TK belum boleh ada PR.
-          Ada catering dari sekolah, ini penting jadi anak-anak ngga jajan sembarangan.
-       Sewaktu melihat ke kelas nya, saya langsung jatuh hati, karena model kelas nya tidak ada meja dan kursi, melainkan 1 karpet besar, rak-rak penuh berisi aneka macam mainan dan 1 papan tulis yang disandarkan di dinding, masing-masing anak punya meja lipat yang hanya dipakai kalo dibutuhkan,  ini sesuai dengan tipe nya Zio yang kinestetik.  Anak dengan tipe kinestetik tidak bisa hanya duduk tenang dan menunggu informasi disampaikan, mereka tertarik mencari sendiri hal-hal yang ingin mereka tahu, oleh karena itu, tipe ini cenderung tidak bisa diam, sangat suka berjalan-jalan karena mereka melihat lingkungan sekitar dengan cara berbeda.  Orang tua/guru yang tidak mengerti sering kali melabeli mereka dengan anak nakal, anak yang tidak patuh dan lain sebagainya.  Ini terjadi sewaktu Zio di playgroup dulu, guru nya sempat mengadu kepada saya bahwa selama jam pelajaran Zio ngga bisa duduk tenang dikursi nya, dia berjalan kesana kemari, menurut saya tidak ada yang salah dengan hal ini, saya pun sempat beradu argument dengan guru nya, dunia playgroup harusnya lebih banyak bermain bukannya anak harus duduk diam mendengarkan guru mengajar, satu lagi yang bikin saya ngga sreg sama playgroup Zio dulu karena adanya ujian/test tiap pertengan dan akhir semester, anak harus menghafal beberapa kosa kata dalam bahsa Inggris dan kemudian ditest didepan kelas*tepok jidat.  Menurut saya penting untuk mengenali tipe belajar anak kita, apakah dia termasuk tipe visual, auditory atau kinestetik, walaupun disekolah umumnya metode pengajaran disamaratakan untuk setiap murid, namun sebagai orang tua kita dapat memaksimalkan  dan membantu anak menerima pelajaran lebih baik saat belajar dirumah.
-       Komunikasi antara sekolah/guru dan orang tua, ini mungkin belum terlalu bisa kita ketahui diawal kita memilih sekolah, namun ternyata poin ini juga menjadi penting terutama buat ibu bekerja seperti saya, saya cukup lega bahwa ternyata guru kelas Zio cukup komunikatif, kami sering berhubungan lewat telp, walaupun seringnya sekedar ber sms, saya jadi lebih mudah memantau Zio disekolah.
-    Alasan terakhir ini mungkin ngga begitu penting ya, tapi cukup membuat saya berfikir “ohh okaaayy, good to know” hahahahah, Kepala Sekolah TK Zio adalah Ketua dari semacam persatuan atau perkumpulan para Kepala Sekolah TK seluruh Jambi jadi ya berarti kapabilitasnya diakui lah yaah hihihihih.




pic source : 
http://childlearningprocess.blogspot.com/ 
http://contemplationsofmynotions.blogspot.com/2012/10/nostalgic-school-days.html

No comments:

Post a Comment